BPBD Murung Raya Terus Pantau Dampak Banjir, Dapur Umum Disiapkan Sesuai Kebutuhan
Puruk Cahu, Trybonnewsmura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah yang terdampak banjir. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Murung Raya, Natanael, mengatakan bahwa hingga saat ini kondisi di beberapa kecamatan mulai berangsur membaik pada hari senin 15 Juni 2026 dikantornya.
Natanael menjelaskan, BPBD telah menyiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk kesiapan dapur umum apabila kondisi di lapangan memerlukan. Namun, bantuan tersebut tidak lagi dibagikan berdasarkan jumlah kepala keluarga, melainkan untuk memastikan kebutuhan makan masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi.
"Kami menyiapkan dapur umum jika memang diperlukan, dengan tujuan memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan makanan," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penanganan awal bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi juga melibatkan pemerintah desa dan kecamatan. Sesuai arahan Bupati Murung Raya, pemerintah desa dan kecamatan telah mengalokasikan anggaran kedaruratan sekitar tiga persen dari anggaran mereka untuk penanganan bencana.
"Desa dan kecamatan menjadi tolak ukur pertama di lapangan. Kami dari BPBD sifatnya membantu dan terus memantau apa yang sudah mereka lakukan serta perkembangan di wilayah masing-masing," jelasnya.
Berdasarkan laporan sementara, sejumlah wilayah seperti Kecamatan Murung dan Kelurahan Beriwit dalam kondisi aman dan tidak mengalami dampak yang signifikan. Di Kecamatan Tanah Siang Selatan, khususnya Desa Muara Joloi II, sempat terjadi dampak banjir, namun kondisi saat ini sudah aman setelah mendapat penanganan dari pemerintah kecamatan dan desa.
Sementara itu, wilayah hilir seperti Kecamatan Laung Tuhup dan Kecamatan Barito Tuhup Raya juga terus dipantau. BPBD menyebutkan bahwa secara umum kondisi di daerah tersebut masih terkendali dan tidak ada dampak yang mengkhawatirkan.
Terkait informasi banjir di Kecamatan Sumber Barito, Natanael mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pemerintah kecamatan. Hingga saat ini BPBD terus berkoordinasi dan melakukan komunikasi dengan camat setempat untuk memastikan kondisi di lapangan.
"Kami masih memantau semua wilayah dan meminta laporan dari pemerintah desa maupun kecamatan mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan, jumlah warga terdampak, serta kesulitan yang mereka hadapi. Data tersebut menjadi dasar bagi kami untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya," pungkasnya.
(Dahli)