Pelatihan Menjahit Berbasis Kompetensi Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Murung Raya
Puruk Cahu, Trybonnewsmura.com – Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi Kejuruan Menjahit yang didukung dana APBD Provinsi Kalimantan Tengah melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera.
Kepala UPTD BLK Tukoi Lau pada Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Murung Raya, Salmiyah, S.E., M.AB., menyampaikan informasi terkait pelaksanaan kegiatan tersebut kepada awak media, Senin (12/10/2026).
Pelatihan kejuruan menjahit tersebut menjadi salah satu upaya membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis dalam menjahit, sekaligus mengembangkan ketelitian, kreativitas, dan kualitas hasil pekerjaan.
Keterampilan menjahit juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif. Peserta dapat memanfaatkan kompetensi yang diperoleh untuk membuka jasa permak pakaian maupun mengembangkan usaha pembuatan busana sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dengan keterampilan yang memadai, peserta diharapkan mampu memanfaatkan peluang tersebut sebagai sumber penghasilan tambahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dukungan melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan keterampilan dan pengembangan kompetensi kerja. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja serta memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara produktif.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mengikuti seluruh proses pelatihan dengan serius sehingga mampu menguasai keterampilan yang diberikan dan menerapkannya setelah pelatihan berakhir.
Dengan demikian, pelatihan menjahit berbasis kompetensi tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Murung Raya untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesempatan berusaha.
(Dahli)
