RSUD Puruk Cahu Jalani Simulasi Akreditasi, Fokus Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien
Puruk Cahu, Trybonnewsmura.com – UPTD RSUD Puruk Cahu melaksanakan Survey Simulasi Akreditasi sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu pelayanan kesehatan dan memastikan keselamatan pasien, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, tersebut dipusatkan di Aula Ito Pasti Braoi UPTD RSUD Puruk Cahu. Pelaksanaannya turut dihadiri Bupati Murung Raya Heriyus yang diwakili Asisten I Setda Murung Raya, Rahmat K. Tambunan.
Hadir pula Direktur UPTD RSUD Puruk Cahu Therisia Sri Rahayu, Kepala Bidang PSDK Dinas Kesehatan Murung Raya Rempo, jajaran manajemen serta staf rumah sakit. Sementara proses survei dilakukan oleh Tim Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP).
Tim surveior yang terdiri dari Devi Noviyanti Santoso dan Niluh Putu Eka Kartini melakukan penilaian terhadap berbagai penerapan standar pelayanan sekaligus tata kelola yang berjalan di lingkungan rumah sakit.
Direktur UPTD RSUD Puruk Cahu, Therisia Sri Rahayu, mengatakan simulasi akreditasi tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi rumah sakit untuk mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu dibenahi dan ditingkatkan.
Menurutnya, evaluasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar akreditasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Murung Raya Heriyus melalui Asisten I Setda Murung Raya Rahmat K. Tambunan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran RSUD Puruk Cahu yang telah mempersiapkan pelaksanaan survei dengan serius.
Ia menegaskan bahwa akreditasi seharusnya tidak dipandang sebatas upaya memperoleh predikat maupun memenuhi kelengkapan administratif. Lebih dari itu, proses tersebut harus mampu mendorong rumah sakit meningkatkan ketertiban tata kelola dan kualitas pelayanan.
“Akreditasi tidak sekadar mengejar predikat atau memenuhi persyaratan administratif, tetapi harus mampu mendorong rumah sakit menjadi lebih tertib, bermutu, serta memberikan pelayanan yang aman dan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, survei dilakukan secara menyeluruh dengan menelusuri sejumlah instalasi dan unit pelayanan rumah sakit. Penilaian mencakup pelayanan medis, keperawatan, farmasi, IGD, rawat inap, laboratorium hingga radiologi.
Selain aspek pelayanan, tim surveior turut melihat penerapan tata kelola, pengendalian infeksi, manajemen risiko serta sistem keselamatan pasien sebagai bagian penting dalam memastikan standar pelayanan rumah sakit berjalan secara optimal.
(Dahli)