DPRD Murung Raya Desak Pemerintah Segera Atasi Kelangkaan BBM
Puruk Cahu, Trybonnewsmura.com — Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, mendesak Pemerintah Kabupaten Murung Raya beserta instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikeluhkan warga di sejumlah wilayah pada Jumat (8/5/2026). Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa persoalan distribusi bahan bakar tersebut harus segera dituntaskan karena mulai menghambat mobilitas harian serta dikhawatirkan akan memicu dampak buruk terhadap stabilitas ekonomi daerah. Ketersediaan stok di lapangan kini menjadi prioritas utama agar aktivitas transportasi dan perdagangan masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa adanya antrean panjang atau kekosongan di stasiun pengisian.
Stabilitas distribusi BBM dinilai memiliki peran vital sebagai urat nadi perekonomian, mengingat sektor transportasi sangat bergantung pada kepastian pasokan bahan bakar untuk mendistribusikan barang dan jasa. Bebie mengkhawatirkan jika kondisi kelangkaan ini terus berlarut, maka harga kebutuhan pokok di pasar akan melonjak akibat terganggunya rantai pasok barang ke wilayah Murung Raya. Oleh karena itu, ia meminta adanya transparansi informasi kepada publik mengenai penyebab utama masalah ini, apakah dipicu oleh keterlambatan pengiriman dari pusat atau memang adanya keterbatasan kuota yang dialokasikan untuk wilayah kabupaten.
Selain mendesak normalisasi pasokan, DPRD Murung Raya juga menekankan pentingnya peningkatan pengawasan di lapangan untuk mencegah praktik ilegal seperti penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pihak berwenang diharapkan lebih proaktif memantau titik-titik penyaluran guna menjamin bahwa BBM disalurkan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk keuntungan pribadi di tengah kesulitan warga. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial agar masyarakat tidak semakin terbebani dengan harga yang tidak wajar atau sulitnya mendapatkan akses bahan bakar di fasilitas pengisian resmi.
“Kami meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera mengambil langkah cepat dan konkret guna memastikan ketersediaan pasokan BBM. Pengawasan harus diperketat agar tidak terjadi penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi oleh pihak-pihak tertentu, karena kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan persoalan ini,” tegas Bebie saat memberikan pernyataan resminya melalui pesan singkat kepada awak media.
Sebagai bentuk tanggung jawab legislatif, DPRD Murung Raya berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan mendalam dari pemerintah daerah guna melahirkan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan sambil mengikuti perkembangan informasi resmi terkait pemulihan stok di wilayah masing-masing. Melalui sinergi antara pemerintah, aparat, dan pihak penyalur, diharapkan stabilitas ekonomi daerah dapat segera pulih sehingga aktivitas perdagangan warga kembali berjalan produktif.
(Dahli)