DPRD Murung Raya Desak Layanan Kesehatan Sekolah Fokus pada Pencegahan dan Pemenuhan Gizi
Puruk Cahu, Trybonnewsmura.com — Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor, menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan nonmedis bagi siswa jenjang SD hingga SLTP di seluruh wilayah Murung Raya pada Jumat (8/5/2026). Langkah ini ditekankan sebagai upaya strategis untuk memastikan tumbuh kembang anak didik berjalan optimal melalui pendekatan holistik yang tidak hanya mengandalkan tindakan medis saat sakit. Rejikinoor menilai aspek pencegahan seperti pemeriksaan kesehatan berkala, pemenuhan gizi, serta pemeliharaan sanitasi lingkungan sekolah merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah daerah demi mencetak sumber daya manusia unggul sejak dini.
Dalam penjelasannya, Rejikinoor menyebutkan bahwa sektor kesehatan memerlukan perhatian serius dari sisi preventif dan promotif agar gangguan konsentrasi belajar hingga risiko stunting dapat diminimalisir secara efektif. Ia mengimbau instansi terkait untuk tidak mengabaikan aspek nutrisi dan psikologis siswa yang selama ini sering terlewatkan dalam kebijakan kesehatan umum. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara ketersediaan obat-obatan di fasilitas kesehatan dengan keberlangsungan program kesehatan di lingkungan sekolah agar kualitas fisik dan mental generasi muda di Murung Raya tetap terjaga.
Guna mewujudkan sistem yang terintegrasi, Komisi I DPRD Murung Raya mendorong kolaborasi lintas sektor yang lebih erat antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan RSUD Murung Raya. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) agar perannya meningkat menjadi pusat edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi seluruh warga sekolah, bukan sekadar penyedia pertolongan pertama. Dengan sistem pengawasan yang berkelanjutan, setiap kendala kesehatan yang dialami siswa diharapkan dapat terdeteksi lebih awal dan ditangani secara profesional.
"Program UKS harus naik kelas, dari sekadar kotak P3K menjadi sistem yang terintegrasi. Skrining kesehatan rutin, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga sistem rujukan cepat ke fasilitas kesehatan harus menjadi standar operasional yang jelas dan terukur. Layanan kesehatan itu bersifat multi-sektor, bukan hanya pengobatan di rumah sakit, namun juga mencakup pemenuhan gizi dan konseling psikologis yang berkelanjutan bagi para siswa," tegas H. Rejikinoor saat memberikan pernyataan resmi kepada media.
Sebagai langkah penutup, ia mengingatkan bahwa investasi pada layanan kesehatan sekolah merupakan kunci utama penentu daya saing daerah di masa depan. Pemerintah daerah diharapkan lebih proaktif dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif agar seluruh anak di Murung Raya memiliki akses yang sama terhadap perlindungan kesehatan. Melalui fondasi kesehatan yang kuat sejak bangku sekolah, Kabupaten Murung Raya optimis dapat melahirkan generasi penerus yang cerdas, tangguh, dan mampu berkontribusi maksimal bagi kemajuan daerah.
(Dahli)