Kepala Bapenda Murung Raya Tegaskan Peningkatan Pelayanan dan Kemandirian Fiskal Daerah
Puruk Cahu, Trybonnewsmura.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Murung Raya yang baru dilantik, Eddie Abrantes, DE.F.S, SE., M.Si, menegaskan bahwa tugas utama Bapenda adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Eddie Abrantes dalam wawancara hari Rabu 4 Februari 2025 setelah menjabat sebagai Kepala Bapenda Murung Raya pada tanggal 29 Januari 2025 kemaren di aula rujab bupati. Ia menjelaskan bahwa Bapenda memiliki peran strategis dalam mengelola berbagai sumber pendapatan daerah.
“Memang tugas utama Bapenda adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. Dari pelayanan itulah kita mendapatkan pendapatan asli daerah yang fungsinya untuk pembangunan di Kabupaten Murung Raya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa item pendapatan yang dikelola Bapenda cukup banyak, di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), berbagai jenis pajak daerah, serta retribusi. Menurutnya, pajak bersifat wajib, sedangkan retribusi berkaitan langsung dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kalau pajak itu wajib, sementara retribusi berbentuk pelayanan. Kita harus menyediakan pelayanan terlebih dahulu, baru kemudian masyarakat memberikan retribusinya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eddie menyampaikan bahwa strategi utama Bapenda ke depan adalah meningkatkan kemandirian fiskal Kabupaten Murung Raya, sejalan dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati Murung Raya. Upaya tersebut akan dilakukan dengan mengoptimalkan potensi daerah yang ada.
“Kita akan melihat potensi apa saja yang bisa kita tingkatkan, baik dari sektor pertambangan, pertanian, maupun sektor-sektor unggulan lainnya,” katanya.
Selain peningkatan pendapatan, Eddie juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa fasilitas pelayanan saat ini masih belum maksimal dan perlu pembenahan.
“Harapannya masyarakat yang datang membayar kewajibannya merasa benar-benar dilayani, dengan tempat yang representatif dan nyaman. Itu seharusnya fungsi kita,” tuturnya.
Terkait keberadaan kantor Bapenda, Eddie menjelaskan bahwa saat ini Bapenda masih menempati gedung satu atap tiga lantai dan berada di lantai dua. Kondisi tersebut disebabkan keterbatasan sumber daya yang ada.
“Bukan bergabung, tapi karena keterbatasan sumber daya, saat ini kita masih di kantor satu atap. Kita maksimalkan yang ada, namun harapannya ke depan Bapenda bisa memiliki kantor sendiri,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan memiliki kantor sendiri yang lebih representatif, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal, sebagaimana yang telah diterapkan di daerah-daerah lain.
“Kalau tempatnya enak dan nyaman, maka pelayanan kepada masyarakat juga bisa maksimal,” pungkasnya.
(Dahli)